Tentang Yogya, ketika bulan lalu mengikuti trip yang diadakan Kementrian Pariwisata. Kota kedua, Yogyakarta.
Berburu sunrise di Borobudur. Menikmati pertunjukan Sendratari Ramayana di Prambanan. Belajar batik di Museum Batik. Mengikuti tour di dalam Kraton Yogya. Dan berkunjung ke Ratu Boko.
Thanks buat Riyanni Djangkaru, Windy Ariestanti dan Trinity Traveler yang sudah mau diarahkan buat inframe hihihi.
Thanks buat Barry Kusuma untuk shot dronenya. Keren abis!
Thanks to Kementrian Pariwasata Indonesia untuk kesempatan tripnya.
Ini adalah video perjalanan gue mengikuti Kaltara Photography Camp 2014 16-17 Mei 2014. Event yang diinisiasi oleh Kodim 0910/Malinau dan Fotografer.net ini diikuti oleh puluhan fotografer se-Kalimantan Utara.
Berlokasi di Semolon, sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kota Malinau. Kenapa dipilih Semolon karena di Semolon terdapat air terjun bertingkat-tingkat dan sumber air panas. Alam yang masih dipenuhi hutan tropis kalimantan, menjadikan Semolon area camp dan tujuan wisata yang layak untuk dipromosikan.
Malinau sendiri adalah ibukota dari Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Kabupaten yang memiliki daerah perbatasan terluas dengan Malaysia di pulau Kalimantan. Selain juga memiliki suku Dayak yang beragam, Malinau memiliki keanekaragaman hayati yang kaya di Taman Nasional Kayan Mentarang.
Menuju Malinau, dari Jakarta bisa menggunakan penerbangan maskapai Garuda Indonesia atau Lion Air langsung ke Tarakan lalu melanjutkan penerbangan dengan Susi Air atau Kalstar menuju Malinau.
Sadar ngga sih, beberapa tahun belakangan ini salah satu
kebutuhan primer kita bertambah? Kalau saya sih bertambah. Dan bagi sebagian
banyak orang pun saya percaya juga mengalami hal yang sama.
Kebutuhan itu adalah kemudahan mengakses internet kapanpun
dan dimanapun. Mau di ujung dunia manapun kita berada, maunya seluruh orang itu
tahu kita di situ. Caranya sederhana entah itu dengan update twitter atau
facebook, atau dengan foto instaplace.
Batam.
Ya, saya sih begitu. Rasanya kurang lengkap jika tidak
mendapatkan update berita terbaru, gosip-gosip di twitter dan juga update
teman-teman terdekat di Path. Karena terkadang, melalui media inilah saya tahu
apa yang terjadi di luar sana, meskipun saya sedang bertugas atau traveling ke
beberapa kota.
Wakatobi
Ada juga banyak informasi yang berguna dan membantu kita
karena kemudahan akses internet mobile. Semisal google map, teknologi
smartphone sekarang dengan GPSnya sangat membantu sekali. Membantu untuk
menjelajah dan mengeksplorasi tempat-tempat baru. Untuk contoh terburuknya
ketika kita tersesat, dengan mudah kita bisa mencari jalan keluar yang tepat
menuju tujuan. Syaratnya, kita dengan mudah mengakses internet mobile dengan
kecepatan data yang tinggi dan stabil.
Sudah beberapa layanan telekomunikasi yang saya gunakan dan
coba. Tak tanggung-tanggung seringkali saya coba untuk mengetes koneksinya
dengan saya bawa ketika tugas keluar kota. Ada yang sinyalnya kuat ketika di
kota, tetapi melemah dan menghilang ketika keluar dari kota tersebut. Mau iklan
di televisinya dia menjanjikan sinyal kuat, tetapi nyatanya jangkauannya tidak
luas.
Tamblingan, Bali.
Hingga akhirnya saya berkesimpulan dan saat ini tetap
menjadi jagoan saya untuk akses broadband internet mobile adalah broadband
Telkomsel Flash. Mau orang bilang apa, tapi kenyataannya sinyal Telkomsel ini
stabil, kuat dan jangkauannya luas. Buktikan saja ketika kamu mengunjungi
pelosok indonesia. Ketika operator lain tidak ada sinyal, operator ini masih
memiliki sinyal. Cepat, stabil, murah dan mudah mengaksesnya. Dari websitenya,
saya tahu bahwa kecepatannya hingga 14.4 Mbps. Dengan teknologi 3,75 G inilah
yang membuat koneksi stabil. Sehingga wajar sih kenapa sinyalnya Telkomsel
dapat diandalkan ketika sedang traveling. Dan juga kemudahan untuk mengakses
berbagai paket Flash layananya dengan akses *363# atau via
websitenya. Ini sangat membantu sekali
ketika kita diperjalanan.
Dan akhirnya selalu ada banyak perjalanan dan cerita yang
kita temui sehari-hari. Hal-hal baru, tujuan wisata yang baru kita kunjungi
atau kenalan baru di dalam perjalanan kita. Dan kemudahan mengakses internet
mobile sangat membantu kita dan menemukan hal-hal tak terduga sebelumnya yang
membuat kita bahagia mendapatkannya. Dan ini akhirnya saya sadari, menjadi
kebutuhan primer bagi saya.
Bercerita tentang cinta segitiga antara Rama, Shinta dan Rahwana dalam cerita klasik Ramayana. Lika-liku penculikan Shinta yang dilakukan oleh Rahwana hingga cerita penyelamatan dan Anoman Obong.
Semua cerita ini disajikan dalam pertunjukan Sendratari Ramayana Prambanan. Dengan latar belakang eksotik Candi Prambanan, pertunjukan sendratari ini menyihir pengunjung selama sekitar 2 jam pertunjukan.
Kartini di Pedalaman. Judul foto yang dipamerkan di Pameran Foto Blogger Asean. [foto oleh @gage]
Ada 1 foto saya yang masuk kurasi dan ikut dipamerkan dalam Pameran Foto Blogger ASEAN chapter Indonesia, 6-8 Agustus 2011 kemarin di Museum Bank Mandiri, Jakarta. Foto dengan judul Kartini di Pedalaman.
Foto ini saya ambil hampir setahun yang lalu. Ketika mengikuti Program Aku Cinta Indonesia Detikcom saya berkesempatan jalan-jalan 2 minggu di Maluku. Salah satu tujuan yang harus saya datangi adalah Pulau Buru, selain Pulau Ambon dan Pulau Seram.
Hidup itu memang pelik. Tapi kita bisa mendengarkannya dengan seksama, lalu mengurainya hingga habis alunan melodinya.
*foto: sebuah gramaphone jadul yang masih berfungsi di salah satu toko di jalan Surabaya, Jakarta. Mendadak menjadi turis bersama @beradadisini @shillach dan @micketymoc
Ketika melihat ikan-ikan berenang kesana-kemari bermain di antara terumbu-terumbu karang di laut, saya kehabisan kata-kata untuk mengekspresikannya. Coba dibayangkan, di dalam air di laut lepas yang berwarna biru, garis-garis cahaya matahari terlihat jelas menyusup masuk ke dalam air. Ikan dengan berbagai corak warna bermain-main menyelinap keluar masuk terumbu karang, seakan menggoda kita untuk ikut bermain. Suasana hening dan tenang, hanya terdengar deru napas yang teratur.
Ini yang saya alami ketika snorkling di Laut Seram, Maluku ketika mengikuti Program Aku Cinta Indonesia detikcom. Lokasi tepatnya di Ora Beach. Tak jauh dari resort tempat saya menginap, banyak terdapat titik-titik snorkling. Dengan kedalaman tak lebih dari 2-5 meter, kita bisa melihat terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang dengan cantiknya.
Setahun yang lalu, ketika melihat foto sekelompok penyusur Goa di salah satu majalah foto terkemuka, saya bilang, "suatu saat harus ke situ!" dan sempat saya plurkin, nulis pengen ke situ. Waktu itu belum tau lokasinya dimana dan gimana mo kesananya. Lalu ketika melihat caption fotonya, tertera nama Goanya Goa Jomblang, di Yogyakarta, ah dekat.
Hingga beberapa bulan yang lalu, seorang teman menawari untuk melihat tempat wisata yang dia di sana untuk ngebantuin promosinya. And you know what kemana tujuannya? Ke Goa Jomblang. Di sana juga ada resort bintang empat yang sedang dalam tahap penyelesaian ketika saya kesana.
Sekilas mengenai Goa Jomblang, letaknya di Wonosari. Sekitar 45 menitan dari kota Jogja. Goa ini perpaduan goa vertikal dan horizontal. Sisi vertikal, kedalaman sekitar 60-90 meter. Karena itulah kalau ingin masuk ke dalamnya, pengunjung mesti sedikit tahu mengenai Single Rope Technique (SRT) atau teknik menelusuri gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan vertikal. Nah, kemarin itu pengalaman pertama saya. Ada tim dari pengelola Jomblang Resort yang benar-benar ahli di bidangnya dan siap memberi intruksi pembelajaran bagi pemula. Secara keamanan gag usah khawatir, alat dan sumber daya manusia tak usah diragukan, faktor safety menjadi prioritas utama.
Ketika turun ke dalam Goa, saya berbarengan dengan kru Petualangan Panji. Jadilah kita semua seru-seruan di dalam goa. Ketika kru dan Panji shooting, saya menyempatkan nyuri-nyuri ambil gambarnya. Momen yang terbaik di dalam Goa ini adalah di Grubug. Ketika cahaya matahari masuk dari permukaan dan garis-garis cahayanya terbentuk. Cantik!